header_balai
logo_04
  • aren.jpg
  • pinang.jpg
  • sagu.jpg
  • sawit.jpg
  • showcase_02.jpg

pelatihan-12

apcc-12

Palm Wine dari Nira Aren

sadap

Palm wine atau anggur palma adalah anggur yang diproses dari nira aren  sebagai bahan baku, kemudian difermentasi  menggunakan mikroba ragi roti ataupun kultur murni Saccharomyces cereviceae dan S. ellipsoides. Sebagai bahan baku palm wine dibutuhkan nira segar (belum difermentasi) dengan kemasaman (pH) 6,0-7,0. Oleh karena itu, diperlukan bahan pengawet selama penyadapan nira. Sabut kelapa dapat digunakan sebagai pengawet alami karena mengandung tanin  yang dapat menghambat aktifitas mikroba. Nira aren yang menggunakan sabut kelapa sebagai pengawet dapat bertahan lebih dari tiga jam setelah penyadapan dan warna  nira berubah menjadi coklat kemerahan, sehingga memberikan warna alami pada palm wine.

 

Read more...

Studi Banding Entomolog dari University of The Philippines, Los Banos (UPLB) dan Philippine Coconut Authority (PCA)

peneliti_filipina

Filipina saat ini sedang menghadapi masalah yang cukup berat pada pertanaman kelapa.  Masalah ini sudah menjadi masalah utama untuk para petani kelapa di sana. Masalah tersebut adalah adanya serangan hama kelapa berupa kutu perisai Aspidiotus destructor. Serangan hama ini  dengan cepat telah menyebar di tiga provinsi di Philipina. Di Indonesia hama ini masuk dalam kelompok hama penting karena mempunyai sifat yang polifag yaitu mampu menyerang banyak jenis tanaman inang. Di antara tanaman-tanaman inangnya, kelapa merupakan tanaman yang paling disukai. Hama menyerang bagian daun kelapa, mengisap cairan daun sehingga daun berbercak kuning. Pada serangan yang berat, permukaan daun seluruhnya akan tertutupi oleh hama ini menyebabkan daun kering dan mati sehingga produksi buah kelapa juga akan terhenti. Kepadatan populasi hama pada serangan berat mencapai 20-30 ekor/cm2 dan pada satu pohon kelapa jumlahnya dapat mencapai 30-60 juta ekor. Serangan berat seperti inilah yang terjadi di Filipina.

Read more...

Page 1 of 45

Start
Prev
1