header_balai
logo_04

Kerjasama Pengembangan Kelapa Eksotik Di Provinsi Banten

krjsm_bantenBanten merupakan salah satu provinsi penghasil kelapa di pulau Jawa. Luas lahan kelapa di provinsi ini pada tahun 2011 mencapai 100. 208 ha, berupa Perkebunan Rakyat (PR) dan Perkebunan Besar Negara (PTPN) yang menyebar di enam dari tujuh Kabupaten/Kota.  Selain potensi produksi kelapa, provinsi Banten juga memiliki kekayaan hayati plasma nutfah kelapa berupa kelapa eksotik yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Hasil survey awal tim peneliti Balai Penelitian Tanaman Palma (BalitPalma)  Manado dan Institut Pertanian Bogor (IPB) ditemukan tiga jenis kelapa eksotik yaitu Kelapa Kopyor (Puan), Kelapa Lilin dan Kelapa Hijau (Cungap Merah). Kelapa kopyor memiliki karakteristik daging buah yang lunak dan umumnya sudah lepas dari tempurung dan memenuhi isi rongga buah kelapa. Jenis kelapa ini mirip dengan kelapa kopyor yang terdapat di Lampung Selatan, Pati, Jawa Tengah serta Jember dan Sumenep, Jawa Timur . Jenis kelapa eksotik kedua adalah “Kelapa Lilin”  dengan daging buah lunak  seperti spons yang terus menebal seiring dengan perkembangan daging buah. Jenis kelapa ini sangat mirip dengan kelapa “ Makapuno’ yang umumnya tumbuh dan berkembang di negeri tetangga Filipina.  Jenis ketiga adalah kelapa hijau  Cungap Merah, yang memiliki karakteristik bagian bawah kelopak (calix)  buah dan sabut berwarna merah muda. Air buah  jenis kelapa  ini umunmnya dimanfaatkan orang sebagai obat.

Melihat potensi kelapa eksotik tersebut, pemerintah daerah Provinsi Banten melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Provinsi Banten bersama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, BalitPalma, Manado dan IPB Bogor bersepakat melakukan kerjasama pengembangkan kelapa eksotik tersebut. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam MOU Perjanjian Kerjasama empat pihak yang ditandatangani di BPTP Banten, bertepatan dengan acara DIPSL II – BPTP Banten di Ciruas, Serang, Banten tanggal 22  Oktober 2012. Dalam kegiatan tersebut juga dipamerkan Varietas Kelapa Genjah Kopyor  asal Pati, Jawa Tengah yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian pada tahun 2010, atas kerjasama BalitPalma Manado, Badan Litbang Pertanian dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan  Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sebagai tindak lanjut dari kerjasama tersebut,  akan dibangun kebun induk kelapa eksotik di Desa Juhut, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada lahan seluas 3 ha, dengan menanam kelapa Genjah Kopyor asal Pati sebagai tetua betina dan kelapa kopyor hasil kultur embrio sebagai sumber serbuk sari dalam perakitan bibit kelapa kopyor hibrida. Selain itu juga akan mengkonservasi  ketiga jenis kelapa eksotik spesifik Banten. Mendukung pengembangan kelapa eksotik di lahan petani, akan dibangun Demonstrasi Ploting (Demplot) usaha tani kelapa kopyor di beberapa daerah sentra kopyor  di Provinsi Banten.

Program pengembangan kelapa eksotik di Provinsi Banten ini diharapkan akan dapat melindungi dan melestarikan kekayaan hayati spesifik Banten, juga menyediakan bahan tanaman kelapa kopyor unggul untuk mendukung pengembangan kelapa eksotik di Provinsi Banten dan wilayah sekitarnya.  Melalui kerjasama ini diharapkan akan dapat membantu pemerintah daerah dalam melindungi dan mengembangkan potensi tanaman spesifik daerah, sedangkan pihak Litbang Pertanian  dan Perguruan Tinggi dapat menerapkan teknologi yang telah dihasilkan masing-masing lembaga. (Ismail Maskromo/Balit Palma).